Selasa, 24 Februari 2015

Eps.6 Love at VIII H

          kelas VII ini terlah berlalu, tak terasa hingga semua terasa ringan di benakku. Hampir semua kulalui dengan penuh perjuangan di kelas VII itu, dan akhirnya ku memulai di kelas baru ku. Kelas VIII H adalah kelas ku berikutnya yang tercantum di papan pengumuman penempatan kelas. Sebelumnya ku telah berdoa kepada Tuhanku yang Maha Kuasa bahwa aku harus satu kelas dengan anak yang bernama Martha Rizky Garnita yang biasa di panggil (Qiqi). Cewek yang ku idamkan dari awal bertemu dengannya di jalan menuju rumah Pakdhe ku yang berada di desa Manggisan kalianget itu. Tak sengaja ku bertemu dengannya , eh tidak bertemu.. hanya melihatnya saja searah denganku dan tepat berjarak 30 meteran di depanku. Saat itulah ku terus memohon kepada Allah agar aku dapat berkenalan dengannya pada sampai waktunya. Dan? ternyata di kelas VIII (8) itu aku sekelas dengannya. Bersyukur sekali karena doa dan keinginanku terwujud.
    di bawah ini fotonya diaa pas smp cantik kan?



        Awal ku masuk kelas itu aku kebayang bayang terus dengan wahahnya itu. Ku berkenalan dengannya juga punya cerita yang lucu bagi anak - anak sekarang. Yok aku ceritain...
Pada hari itu, Selasa 25 Agustus 2009 ku duduk di kursi paling depan pojok kiri yang berhadap - hadapan dengan meja guru bersama temanku yang bernama Ari Sapto Nugroho. dan Qiqi duduk di sebelah kanan bangku Ari. Awalnya temanku Fatoni yang berada di belakang bangkuku melihatku dan bertanya "Kenapa liatin dia terus ben?" lalu ku jawab, malah Fatoni ngeledek . Dia menantangku untuk berkenalan dan meminta nomernya. Lalu ku terima tantangannya itu. Metode pendekatan yang ku lakukan dengannya adalah Surat menyurat langsung dengan bersebelahan, tidak bicara sedikitpun. Namun kita (aku dan qiqi) berkenalan melalui selembar kertas yang kita operkan lewat Ari. Disana ku selalu tertawa di dalam hati. Lalu kita pun kenal dan saling share nomer hape. Padahal aku gak punya hape pada waktu itu. hahaha . Setelah kita bernalan kita semakin dekat dan share semuanya, ceritanya mau PDKT. Fatoni pun kalah dan menraktirku makan. Cihuyyyy asik.. udah dapet gebetan dapet makan gratis pula haha



    Sehari setelah kenalan itu aku langsung ambil beberapa isi tabunganku dan membeli sebuah hape Nokia supaya dapat SMS dan Nelpon dia. Kita dekat dan semakkin dekaaaaaaaaaaaaaaaat lagi. Saat ku duduk di belakang bangkunya itu, ku belai - belai rambutnya yang halus itu , dan ku goda dia dengan penuh canda tawaku. Hampir ku ke pokok intinya saja kalau aku pengen jadi pacar dia. Namun aku masih memegang janji dalam Prinsipku untuk tidak pacaran dulu saat SMP. Dan saat dia kepingin tau apa aku sudah punya pacar atau belum aku jawab saja sudah , seperti temanku kelas satu saat itu. Aku jawab sama "Sudah, Pacarku anak Purwokerto" . Padahal aku sebenernya bohong.. Tak apa lah, prinsip itu lebih penting. Qiqi juga tak tahu sampai sekarang kalau dulu aku bohong padanya. Tapi kita masih sahabatan sampe sekarang walau tak pernah ketemu dan hanya kontak lewat media saja. oh yaa... Setelah ku mengatakan itu padanya... aku kenalkan saja Qiqi dengan Bagus Dewa, salah satu sahabatku yang dekat denganku. Ku dekatkan mereka berdua istilahnya Njomblangi. Seminggu kemudian mereka pun jadi, bahwasannya padahal aku sakit melihat mereka jalan bareng. Tapi tak apa "Prinsipku lebih baik".
    Aku pun dekat dengan teman sebangku qiqi yang bernama Dyah Ayu Kusumaningrum. Anak mungil dan cantik itu dekat denganku yang berawal dari kelompok belajar dan kelompok diskusi. Kelompok ku saat itu adalah bersama Qiqi , Ayu , dan Ari. Kita berempat selalu mengerjakan semuanya bersama. Ayu juga sepertinya menanggapiku serius pada saat itu bukan berarti aku PD tapi memang dia bisa di bilang perhatian juga denganku.
    Semua itu tak akan terlupakan karena ini adalah masa - masa ku menyukai seseorang perempuan setelah yang ada di Purwokerto itu.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar