Jumat, 20 Februari 2015

Eps.2. Memom :')

Sempat ku pikirkan sebuah kasih sayang yang telah ku abaikan dari ketulusan seorang orang tua seperti ibu. namun ku menghiraukan semua itu dan mengabaikannya dengan sebuah permainan belaka . keegoisan ku saat kecil yang menutup mataku akan sebuah kasih sayang yang murni dan tak ada kala dimana aku menjadi sebuah cerminan bagi adik ku. Kesenangan yang memang menjadi alasan dan hobi anak kecil laki-laki pada umumnya . GAME .. ajang kepuasan anak kecil. kepuasan bagiku adalah menyempatkan dan menghabiskan waktu luang yang ada dari pada tidak digunakan sebaik mungkin untuk GAME pada saat itu. Sekolah waktu SD pun tak menjadi hirauan walau tidak naik kelas, tetapi untung sekali saya tidak pernah tinggak kelas di
bangku pendidikan. Puluhan.. Ratusan.. bahkan Ribuan nasihat ataupun ucapan orang tua tidak saya kekam dan tidak saya hiraukan, bila satu keinginan tak dapat ku dapatkan biasa ku mengamuk benda yang tak bersalah itu hingga hancur. Sesampainya ibuku hanya melihat diam atas semua perlakuanku, ibu juga mencoba membujukku keluah kamar disaat ku murung, tapi balasan perlakuanku hanya teriakan dan tangisan. Memang mengingat itu semua sangat perih kurasakan untuk ibuku, kepedihan hari itu tak akan menjadi kebahagiaan disaat ini. Disaat ibuku teletih , ibuku terbujur di Rumah sakit karena menderita penyakit Leukimia itu, dirumah tak ada siapa - siapa yang bisa menemaniku, tak ada yang memomongku dan tak ada yang bisa bercanda denganku sekalipun itu teman - temanku disana. Ku selalu berfikir "apa yang telah ku lakukan sebelum ini" , rintihan dan kebimbangan tiada terkira. Sampai akhirnya Ibuku telah di panggir oleh sang maha kuasa yaitu Allah SWT , Tangisan dan tangisan setiap hari disaat pulang dari sekolah, walaupun disekolah ku mencoba tersenyum di semua teman - teman yang memang menyabarkanku dan memperhatikanku atas duka perginya ibuku. setelah itu. Saat akhir kenaikan kelas 5 ku meninggalkan kota Purwokerto ke kota Wonosobo...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar