Senin, 02 Maret 2015

Eps.8 Sekolah SMP baruku dan Kelulusanku

        Cerita yang ku alami itu benar - benar membuat ku terpikirkan sampai saat ini , cerita yang memang menyingkirkan pikiranku untuk maju dan berkembang membuat imaginasiku meledak dan membuat semuanya bangga karenaku. Tetapi pada saat itu semuanya tidaklah berjalan sedemikian kalanya. Tak ada lagi rasa percaya dan tak ada lagi yang memandangku seperti dulu sebagai anak yang giat dan suka hal - hal baru untuk di kembangkan. Kini aku hanyalah seperti sampah yang hanya di pandang keluargaku memakai kacamata kuda.
        Ku memulai sekolah baru tak jauh dari sekolah asalku yang dari SMP N 1 Mojotengah yang pindah ke SMP N 2 Mojotengah. Awal ku bersekolah disana tampak seperti di kucilkan, tapi memang benar aku telah di kucilkan. Tak hanya di kucilkan tapi sudah di tendang dari sekolah asalku. Semua memang asing , semua memang beda , semua memang .... , memang tak lebih baik dari yang kemarin. Sekolah yang tadinya adalah sekolah termegah di wonosobo tapi sekarang telah tak lagi ku datangi itu, dan kawasanku sekarang adalah sekolah yang terpencil , kecil dan mewah (mepet sawah). Semua benar - benar ku sesali karena perbuatanku sendiri. Namun semua itu memanglah jalanku untuk bisa memperoleh sebuah pengalaman walaupun pengalaman buruk yang telah ku alami sendiri.

        Disana aku berada di kelas XII C , kelas yang paling dekat dengan kantor guru. Awal ku berada di dalam kelas ku seperti batang singkong yang duduk di rimbunan kayu jati. Semua siswa yang berada di kelas itu rata - rata memiliki badan yang besar, dan mereka memiliki nama yang berbeda dengan anak yang pernah ku temui sebelumnya. Nama yang terlalu singkat dan nama - nama jawa kuno itu lah yang telah di berikan orang tuanya. Namun ada beberapa anak yang memang menyambutku sebagai keluarga baru. Kawan yang menemaniku dengan candanya di saat ku menyendiri dan di saat ku jauh dari kesadaran. Kadang ku tak mengerti bagaimana jalan hidupku ini, jalan hidup yang berliku - liku dan memutar. Tak hanya itu kadang kusadari jalan hidupku adalah jalan hidup yang buntu. Dimana tak adalagi harapan untuk dapat maju dan memperoleh hasil yang lebih dari teman - temanku dulu.

        Di saat diluar jam pelajaran ku pernah berkonsultasi dengan guru Agama yang bernama bu Laily. Masih ku ingat namanya itu dan yang ku tanya adalah seputar tentang kehidupan dan ia menjelaskan tentang anugrah hidup. Terpaut olehku yang masuk ke otak dan hatiku, walaupun hanya sedikit. Ku mencari refrensi baru yang ada di google yang memang bisa membuka relung jiwaku itu. Semua ku awali dengan hal yang memang benar - benar mudah ku lalukan yaitu dengan menyapa semua anak dan guru kemudian ku lakukan dengan bertanya dan bersahabat. Setelah semua itu bisa ku lakukan lalu ku peroleh nasihat - nasihat dari yang pahit ke yang bisa di bilang menjadi mujizat. Dengan bentukan potensi itu aku bisa sedikit berubah untuk memperoleh hasil yang baik seperti dulu kala, tak lagi boros dan tak lagi malas.
        Ku lakukan hal itu dengan sebuah semangat, dan ku berfikir aku harus bisa membuktikan untuk meraih hasil yang bagus karena ku masih punya tanggungan di masa depan untuk ku wujudkan. Dari metode pembelajaran itu telah ku lalui, dan beberapa tahap telah ku laksanakan. Untuk menghadapi UN SMP saat itu ku beranikan diri untuk membuat keputusan. Keputusan yang kulakukan adalah bagaimana cara mendapat uang sendiri dengan Potensiku. Kerja !. Kerja yang kulakukan adalah untuk mejaga warnet atau Warung komputer. Setiap pulang sekolah biasa ku lakukan itu sampai jam 9 malam , walau tak ganti seragam dahulu. Sudah biasa ku lakukan dan tak asing lagi bagi orang tuaku untuk tau bahwa anaknya itu pulang sampai larut malam.
        Dari hasil yang ku peroleh dari pekerjaan itu bisa ku buat untuk tabungan di semester 2 itu. Kugunakan untuk membayar les sendiri di Bimbingan Private. Pada semester 2 itu pula aku berhenti untuk bekerja itu. Semua rumus yang kudapat dan semua pembelajaran yang bisa ku lakukan membuatku puas. Namun ....
    Disaat detik - detik ujian itu telang datang kepadaku . Ku dihadapi dengan persoalan yang sama yang membuatku keluar rumah saat ujian datang. Game yang memang bisa menemaniku saat itu, tau ku saat itu. Ku merasa lelah dan pusing untuk menghadapi itu semua. Sampai -sampai ku pulang larut malam di pukul 23.30 WIB. Kejadian yang ku alami adalah kecelakaan. Kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku disaat gerimis itu, yang merobekkan kening dan dagu ku di kepala, yang meretakkan lutut kakiku dan yang membuat badanku semua tak berdaya lagi. Di pukul 4.30 ku telah tersadar dari pingsan itu. Ingin ku menangis tentang semua ini, ku ingin menyalahkan pada siapa lagi untuk itu. Tak tega ku menyalahkan orang tuaku itu. Dan ku terbujur di ruang UGD disaat itu. Ku bisa melalui semuanya kata dokter dan aku bisa membuka mataku. Dengan kaku yang tergantung dan bagian badanku yang telah terlilit perban - perban dan tanganku yang telah tertancap jarum infus.
        Sesampai di jam siang, tak ku pikirkan untuk bisa mengikuti ujian itu ternyata guru dan pengawas depdiknas datang ke ruanganku dan menanyaiku apa siap untuk mengikuti ujian nasional dengan keadaanku yang seperti ini? . ku bilang siap ! dan pada hari selasa itu ujian yang ku hadapi adalah Matematika , di rabu IPA dan yang terakhir adalah Bahasa Inggris.
Padahal ku kerjakan itu berdasarkan instingku saja. Alhamdullilahnya aku mendapatkan nilai UN yang tak begitu buruk dengan mendapatkan Nilai rata - rata 8 koma. Dengan NEM 34,36 tak begitu buruk bagiku yang tengah mengerjakan di ruang pasien dengan kondisi lemah itu.
        Ku sangat bersyukur karena Allah masih menganugrahkan kehidupan dan orang - orang tersayang dan perhatian di dalam hidupku. Takan ku sia - siakan hidupku lagi untuk berfikir labil seperti yang sudah - sudah.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar